Dilema Mahasiswa dengan Perkuliahan Daring

Nama : Dhearissa Rahma Yashifa
Kelas / NPM : 1b / 119050054
Tajuk Rencana : Dilema Mahasiswa dengan perkuliahan Daring

     Keluhan Dampak Daring Pandemi Covid-19

Virus corona atau severe ecute respiratory syndrome corona virus 2 ( SARS – CoV – 2 ) adalah virus yang menyerang system pernapasan . penyakit karena inveksi virus menular ini disebut COVID – 19. Virus corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada system pernapasan , infeksi paru – paru yang berat, hingga kematian. Infeksi virus corona atau disebut covid-19 ( Corona virus disease 2019 ) yang pertama kali di temukan di kota Wuhan, China. Pada akhir Desember 2019. Virus ini menyebar dengan sangat cepat dan sudah menyebar ke berbagai Negara, termasuk Negara Indonesia, dalam waktu beberapa bulan saja.

Kasus positif virus corona di indonesia pertama kali dikonfirmasi pada senin, 2 maret 2020. Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua orang Warga Negara Indonesia positif terjangkit virus corona yakni seorang anak dan ibu, yang diduga berawal dari pertemuannya dengan warga Negara Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Di wilayah Kota Cirebon sendiri sudah ada kasus orang yang terkena virus corona, orang yang terkena virus corona ini berasal dari Kota dan Kabupaten Cirebon yang sekarang terkonfirmasi terus bertambah,  Oleh karena sifat dari virus corona ini yang cepat menyebar, untuk memutus penyebaran dan penanganan  virus covid-19, Pemerintah membuat kebijakan PSBB yang diatur dalam Permenkes 9 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19 ) yang di tetapkan di Jakata pada tanggal 3 April 2020 oleh Menteri Kesehatan Terawan, Agus Putranto. PSBB adalah Pembatasan sosial berskala besar sebagaimana dimaksud dalam peraturan pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penanganan Corona virus Disease 2019 ( COVID- 19 ).

Pada saat wabah pandemi covid-19 menyerang sekarang ini, pemerintah terpaksa meliburkan semua aktivitas yang biasa dilakukan mayarakat, dimulai dari kegiatan sekolah  hingga kegiatan perkuliahan. Merujuk pada peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Nadiem Makarim pada Selasa, 24 Maret 2020, mengeluarkan Surat Edaran ( SE ) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran virus Corona. Seluruh sekolah dan Perguruan Tinggi, termasuk Universitas Swadaya Gunung Jati ( UGJ ) Cirebon, juga mengeluarkan kebijakan Surat Edaran yang berisi perkuliahan tatap muka ditiadakan dan di ganti dengan perkuliahan dirumah melalui online atau Daring. Maka semua kegiatan perkuliahan termasuk dosen dan mahasiswanya diliburkan mengingat merebaknya virus corona dengan waktu yang masih belum ditentukan.  untuk belajar para Dosen menggunakan Learning Management system ( LMS ), Google Classroom , Schology dan whatsapp grup. Melalui sistem tersebut pembelajaran di berikan untuk perkuliahan mahasiswa.

Wabah Pandemi covid-19 ini telah mengubah segalanya, yang semula kegiatan perkuliahan yang dilakukan secara tatap muka ( langsung ) sekarang berubah menjadi perkuliahan daring yang tidak tatap muka ( Tidak langsung ) melainkan  online menggunakan internet. Tentu saja perubahan kondisi ini mengakibatkan pembelajaran daring menjadi tindakan yang bisa dilakukan dan tidak dapat dihindarkan. Pembelajaran daring ini salah satu upaya yang dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona atau covid 19 ini. Disamping itu banyak mahasiswa yang merasakan suka dan duka dalam pembelajaran yang di lakukan secara online tersebut.

Dampak dan kendalanya dengan adanya pandemi covid-19 menurut saya, borosnya paket data atau kuota, Mahasiswa banyak yang mengeluhkan tentang borosnya paket data atau kuota, karena pada saat pembelajaran menggunakan daring ini dibutuhkan paket data atau kuota yang banyak karena menggunakan internet, sehingga paket data harus tetap tersedia. Adapun banyaknya tugas yang diberikan dosen, pada saat pembelajaran daring ini, mahasiswa juga mengeluhkan terkait banyaknya tugas yang diberikan Dosen, dan jarang memberi materi, padahal materi tersebut sangat penting dan terkadang tugas yang diberikan tidak sesuai jadwal yang ditentukan, baik waktu pengumpulannya yang terlalu cepat menjadi keluhan sebagian mahasiswa.

Pada saat proses pembelajaran berlangsung jaringan sinyal menjadi kendala, sinyal menjadi salah satu hal terpenting dalam terhubungnya koneksi internet, terkadang banyak wilayah atau desa dengan minimnya sinyal yang ada, hal tersebut menjadi kendala mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran melalui daring, sehingga harus mencari jaringan yang lebih kuat lagi. Dengan di terapkannya daring juga mahasiswa menjadi banyak menggunakan aplikasi dan internet. Pembelajaran sistem daring ini tentu saja menggunakan aplikasi yang bermacam-macam seperti whatsapp grup, google classroom, schology, dan LMS, hal itu tentu saja mengharuskan mahasiswa menggunakan internet, saat ini penggunanya sudah sangat banyak sekali.

Di samping dampak negatif ada dampak positifnya juga menurut saya pribadi, dengan adanya pandemi covid-19 ini selama dirumahkan, waktu bersama Keluarga jadi lebih banyak, pada saat perkuliahan dilakukan di rumah, banyak sekali mahasiswa bisa meluangkan banyak waktu bersama keluarga mereka, dengan melakukan kegiatan positif  bersama, seperti bisa memasak bareng, membereskan rumah, dan kumpul bersama keluarga.

Semoga saja wabah Pandemi covid-19 cepat mereda, sehingga aktivitas bisa dilakukan seperti biasanya dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan kegiatan bulan bahasa