Identifikasi Unsur dan Struktur Film " Menembus Impian "
Nama : Dhearissa Rahma Yashifa
Kelas : 1 B
NPM : 119050054
Mata Kuliah : Penulisan Populer
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
IDENTIFIKASI UNSUR DAN STRUKTUR FILM “MENEMBUS IMPIAN”
Mengidentifikasi struktur film Menebus Impian, dalam contoh teks tidak dituliskan secara keseluruhan identitas film. Karena itu saya akan menambahkan identitas film Menebus Impian.
Identitas film
• Judul film: Menebus Impian Identitasnya
• Sutradara: Hanung Bramantyo
• Produser:
Bernard Soebiakto
Hanung Bramantyo
• Editor: Rere Rizkarima
• Penulis naskah: Titien Wattimena
• Pemeran:
- Acha Septriasa
- Fedi Nuril
- Ayu Diah Pasha
- Haykal Kamil
- Eric Scada
- Ayu Diana
- Cici Tegal
- Joshua Suherman
- Jaja Miharja
Zazkia Adya Mecca
• Sinematografi: Faozan Rizal
• Durasi film: 99 menit
• Tahun terbit: 2010
• Distributor: Dapur Film Production
• Tanggal rilis: 15 April 2010
Isi Resensi
1. Orientasi
Nur (diperankan oleh Acha Septriasa) adalah seorang mahasiswi yang menjalani kehidupan keras bersama ibunya, Sekar (diperankan Ayu Diah Pashya), yang bekerja sehari-hari sebagai seorang buruh cuci. Kedua anak ibu ini memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai bagaimana meraih kehidupan yang lebih baik. Sang ibu memilih agar anaknya memfokuskan diri pada kuliahnya, sedangkan Nur berpikir bagaimana bisa secepatnya bekerja dan memperoleh penghasilan untuk membantu nafkah mereka.
2. Sinopsis
Inti cerita filmnya sederhana, bagaimana seseorang yang miskin materi kemudian bisa meraih sukses besar (melalui bisnis MLM). Film ini mencoba bicara soal penderitaan dengan memunculkan beragam masalah yang dihadapi keluarga Nur. Masalah-masalah tersebut tampak sekali dicari-cari tanpa mencoba mendalami konflik dari masalah tersebut. Masalahnya hanya terkesan kompleks namun tidak menyentuh akar permasalahan sama sekali.
3. Analisis
Apakah kebahagiaan semata-mata akhirnya hanya diukur oleh materi? Dalam perjalanannya, Nur kemudian bertemu dengan Dian (diperankan Fedi Nuril), seorang mahasiswa yang walaupun masih sepantarannya namun sudah mulai mapan. Dian ini menginspirasi Nur dan membuat Nur kembali berani untuk bermimpi dan bercita-cita kembali. Namun setelah beberapa kali jatuh bangun, Nur mulai merasa ragu terhadap mimpi miliknya yang tampak mustahil untuk diraih. Bersama Dian, Nur akhirnya berani untuk bangkit dan menebus Impiannya kembali.
Evaluasi
- Kekurangan
Masalah salam film ini adalah kedangkalan tema. Dalam film terdapat beberapa perbedaan dengan novel cerita aslinya. Di ending cerita dalam novel diceritakan, Nur akhirnya menikah dengan Dian dan hiduo bahagia. Pernikahan itu bertepatan dengan diperingatinya hari kartini (21 April). Tetapi dalam film hanya di ceritakan sampai Nur mempersembahkan istana megah kepada ibunya tercinta. Di samping itu, tokoh Sekar dalam fil diperlihatkan bahwa ia berambut pendek. Hal ini sangat bertolak belakang dengan gambaran yang ada di dalam novel bahwa dia berambut panjang. Tak hanya itu, dalam novel pun dihadirkan tokoh Pak Lik Minto yang banyak membantu Sekar dalam kehidupannya ketika dia baru sampai di kota pertama kali. Pak Lik Minto ini diceritakan bahwa dia adalah adik kandung Susilo "tokoh novel" (ayah kandung Sekar) yang telah sukses hidupnya di kota. Namun hal ini tidak terdapat dalam film.
- Kelebihan
Secara keseluruhan cerita yang diangkat ke layar lebar nyaris utuh, sama dengan novelnya. Tidak banyak perubahan yang terjadi, kalaupun ada, sifatnya hanya penambahan-penambahan terhadap tuntutan detil yang logis.
Kelas : 1 B
NPM : 119050054
Mata Kuliah : Penulisan Populer
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
IDENTIFIKASI UNSUR DAN STRUKTUR FILM “MENEMBUS IMPIAN”
Mengidentifikasi struktur film Menebus Impian, dalam contoh teks tidak dituliskan secara keseluruhan identitas film. Karena itu saya akan menambahkan identitas film Menebus Impian.
Identitas film
• Judul film: Menebus Impian Identitasnya
• Sutradara: Hanung Bramantyo
• Produser:
Bernard Soebiakto
Hanung Bramantyo
• Editor: Rere Rizkarima
• Penulis naskah: Titien Wattimena
• Pemeran:
- Acha Septriasa
- Fedi Nuril
- Ayu Diah Pasha
- Haykal Kamil
- Eric Scada
- Ayu Diana
- Cici Tegal
- Joshua Suherman
- Jaja Miharja
Zazkia Adya Mecca
• Sinematografi: Faozan Rizal
• Durasi film: 99 menit
• Tahun terbit: 2010
• Distributor: Dapur Film Production
• Tanggal rilis: 15 April 2010
Isi Resensi
1. Orientasi
Nur (diperankan oleh Acha Septriasa) adalah seorang mahasiswi yang menjalani kehidupan keras bersama ibunya, Sekar (diperankan Ayu Diah Pashya), yang bekerja sehari-hari sebagai seorang buruh cuci. Kedua anak ibu ini memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai bagaimana meraih kehidupan yang lebih baik. Sang ibu memilih agar anaknya memfokuskan diri pada kuliahnya, sedangkan Nur berpikir bagaimana bisa secepatnya bekerja dan memperoleh penghasilan untuk membantu nafkah mereka.
2. Sinopsis
Inti cerita filmnya sederhana, bagaimana seseorang yang miskin materi kemudian bisa meraih sukses besar (melalui bisnis MLM). Film ini mencoba bicara soal penderitaan dengan memunculkan beragam masalah yang dihadapi keluarga Nur. Masalah-masalah tersebut tampak sekali dicari-cari tanpa mencoba mendalami konflik dari masalah tersebut. Masalahnya hanya terkesan kompleks namun tidak menyentuh akar permasalahan sama sekali.
3. Analisis
Apakah kebahagiaan semata-mata akhirnya hanya diukur oleh materi? Dalam perjalanannya, Nur kemudian bertemu dengan Dian (diperankan Fedi Nuril), seorang mahasiswa yang walaupun masih sepantarannya namun sudah mulai mapan. Dian ini menginspirasi Nur dan membuat Nur kembali berani untuk bermimpi dan bercita-cita kembali. Namun setelah beberapa kali jatuh bangun, Nur mulai merasa ragu terhadap mimpi miliknya yang tampak mustahil untuk diraih. Bersama Dian, Nur akhirnya berani untuk bangkit dan menebus Impiannya kembali.
Evaluasi
- Kekurangan
Masalah salam film ini adalah kedangkalan tema. Dalam film terdapat beberapa perbedaan dengan novel cerita aslinya. Di ending cerita dalam novel diceritakan, Nur akhirnya menikah dengan Dian dan hiduo bahagia. Pernikahan itu bertepatan dengan diperingatinya hari kartini (21 April). Tetapi dalam film hanya di ceritakan sampai Nur mempersembahkan istana megah kepada ibunya tercinta. Di samping itu, tokoh Sekar dalam fil diperlihatkan bahwa ia berambut pendek. Hal ini sangat bertolak belakang dengan gambaran yang ada di dalam novel bahwa dia berambut panjang. Tak hanya itu, dalam novel pun dihadirkan tokoh Pak Lik Minto yang banyak membantu Sekar dalam kehidupannya ketika dia baru sampai di kota pertama kali. Pak Lik Minto ini diceritakan bahwa dia adalah adik kandung Susilo "tokoh novel" (ayah kandung Sekar) yang telah sukses hidupnya di kota. Namun hal ini tidak terdapat dalam film.
- Kelebihan
Secara keseluruhan cerita yang diangkat ke layar lebar nyaris utuh, sama dengan novelnya. Tidak banyak perubahan yang terjadi, kalaupun ada, sifatnya hanya penambahan-penambahan terhadap tuntutan detil yang logis.
izin berkomentar, tulisan ini sepertinya kurang beberapa pembahasan dalam struktur film lebih baik disini yang dibahas mengenai novelnya saja lebih spesifik karena film sudah banyak dirubah dari apa yang ditulis dalam sebuah novel, mengalami cerita yang sedikit berbeda karena untuk menyesuaikan jalan cerita dalam film yangdiangkat dari novel jadi menurut saya sedikit hilang karya sastranya, menariknya sebuah novel bagi pembaca adalah ikut berimajinasi dengan alur cerita yang ada di dalam novel tersebut dan ikut merasakan apa yang terjadi di dalamnya. sedangkan film kadang mudah ditebak akhirnya seperti apa jadi kurang spesifik.
BalasHapus